Mengancam Kenangan
Senin, 26 Oktober 2015
WAYANG KAMPUNG SEBELAH
WAYANG KAMPUNG SEBELAH Wayang kampung sebelah diciptakan oeh sekelompok seniman yang berasal dari solo. Seorang dalang bernama Jlieng Suparman. Mereka yang memberikan alternatif hiburan penuh dengan pendidikan dan kriik sosial yang dikemas dengan sajian wayang, penampilan dari boeka boneka yang terbuat dari kulit yang berbentuk sosok-sosok manusia modern dengan mencerminkan tokoh-tokoh nyata didalam kehidupan sehari-hari seperti pak lurah, Rt, penyanyi dangdut, dan pejabat tingkat tinggi. Wayang ini menarik disaksikan dan menjadi digemari oleh masyarakat karena dikemas dg ide pertunjukan wayang yang unik, mengangkat kisah realistis kehidupan masyarakat secara bebas selain itu wayang dibuat lebih menarik dan berbeda dari pertunjukan wayang pada umumnya, wayang ini tidak menggunakan iringan gamelan. Tetapi menggunakan alat musik modern. Selain itu wayang kampung sebelah melakukan pertunjukan dengan gaya yg humoris tetapi tetap mendidik para masyarakat. Cerita ini bercerita mengangkat gelaran pesta demokrasi yg sedang berlangsung di desa. Somad adalah calon lurah pemenang pemungutan suara setelah dirinya dibantu oleh ketua panitia pemungutan merayakan kemenangan. Tetapi calon lurah lain yang merasa dicurangi bersama para pendukungnya merusak panggung pertunjukan itu. Cerita ini kurang lebih 2 jam, tetapi cerita yg digelarinya sangat kocak dan membuat para penontong tertawa. Salah satunya artis inul dara tinggi, khoma ramari mari, syah marni beberapa wayang ini yg bener-bener jadi bahan manjur membuat penoton berhak-hak tertawa.
Rabu, 14 Oktober 2015
MENGANCAM KENANGAN
MENGANCAM KENANGAN Teater tikar cerita di gp7. Di pagi hari datangnya sang mencari. Ada seorang wanita yang sedan gmenggenggam sapu tersebut. Dengan senangnya dia menyapu krikil krikil yang ada diteras rumahnya. Dan begitu asyiknya untuk membersihkan rumahnya. Dan ada seorang yang selalu menemaninya. Dan sapu tersebut ditarik kekanan dan kir, untuk membersihkan hasil krikil dan debu tersebut. Nyonya tersebut sibuk atas datangnya bagi itu. Dia selalu membersihkan rumah disaat pagi yang indah, bahkan ia tak kenal pagi karna kesibukan itu lalu dia beristirat sejenak untuk menikmati senja pagi. Dan ada seorang laki laki bertanya kepada nyonya. Mengapa di setiap pagi dia selalu sibuk untuk menyapu, karna besok akan kotor lagi.akan tetapi nyonya tidak merespon, sungguh dia tidak suka atas pertanyaan untuk perkara kelelahannya. Dan nyonya tetap lapang dada akan menyapu terasnya. Dan setelah slesai nyonyapun langsung masukkerumah, dia tidak langgung beristirahat melainkan dia mengusap usap pigura yang ada didindingnya. Lalu laki laki itu bertanya kenapa pigura itu selalu kamu bersihkan nyonya, nyonya menjawab karna pigura inilah memiliki satu siluet yg berbeda. Disaat pigura dipengang terjatuh tetesan air mata yg mebasahi kaca pigura dan menghapus menghapus debu debu yang menempelnya. Penuh dg kenangan kenangan masa lalu yg dia kenang dari pigura itu. Dan datangnya pagi sang lakilaki bertanya bahwa nyonya akan mebencinya, karna itu pula pagi yg mengingatkan kenangan kepada sang nyonya. Lalu nyonya berkata bahwa dia tidak pernah bermusuhan dan juga tidak pernah berdamai. Lalu laki laki berkata bahwa ia tahu kl setiap hari menangisi pigura yg ada dipijok, karna pigura itu yg selalu mengan tar kenangan. Lalu nyonya lebih suka untuk selalu mengusap pigura dan berkata tidak mau mendengan cerita yg selalu berulang dari debu. Dan berkata bahwa debu tetap debu dan tidak bias berubah jadi krikil. Bahwa debu jadi krikil maka sang nyonya akn menyapu untuk lebur lagi jadi debu kata sang lelaki. Lalu nyonya berpikirbahwa kalimat itu ada benarnya juga dan bagamana, harus ada saksi untuksetiap tangisan yg tumpah nyonya berkata bahwa nyonya tidak sedang menoba damai dg apa dan siapa karna dia tidak pernah bertengkar. Lalu dia tidak sedang bertengkar dan damai, melainkan disaat malam nyonya selalu menangis diatas bantal ketika kenangan itu datang, tidak sederhana juga tempatnya. Hanya di bak mandi, cuma ada air. Bak mandi itulah yg cukup untuk ia dan wanita itu. Aetelah itu wanita itu bertanya sambil menggelamkan kepalanya kedalam air, sang anak bertanya kepada nyonya untuk menanyakan keberadaan sang ayah, tetapi itu sangat menyakitkan dan ibu menjawab bahwa tidak ada cerita itu yg harus diulang. Karena entah kemana keberadaan sang ayah. Sag nyonya tidak lebih dari seorang dongengkarna setiap malam ia tersiksa kesepian, dan mengadu kepada pagi yg ditinggal oleh pangeran. Dan dipagi berikutnya tidak dpt memejamkan mata karna pugura didindig selalu berbicara disepanjang malam untuk mengngat asa lalu sang nyonya. Dan membayangi masa depannya. Dan ibu berharap agar anaknya tidak menghilang sperti ayahnya. Lalu ia akan menjadikan seperti lelakimu yg pergi entah kemana bersama sayap emasnya. Begitulah wanita itu selalu berkeluh kesah pada dia. Kemudia teringat lg pada malam dan mata nyonya mulai sembab lalu ia mulai lelah dan kesabaran. Kemudian kenangan itu hadir lg dg sempurna karna teguran sapa terakhir pd nyonya ia nulai lelah untuk mencari ayah dan sayap emasnya. Sedikit rasa sesal suncul perlahan ketika teringat yg dirinya jadi sebatang karang yg Ia meninggalkannya. Orang itu ingin bercerita tentang ayah dan sayap emasnya, lalu nyonya menolaknya. Dia menyesal karna membiarkan ayah dan sayap emasnya itu pergi. Dan sering kalinya nyonya membuka laci dimana pigura itu di tata rapi ketika dipindah pigura ituakan ikut pergi jg, dengan wajah yg bahagia dan sedih ketika ketika itu berganti ganti. Ketika bak mandi meluap tdk ada yg menghentikannya, kecuali anaknya.kata nyonya setiap malam dan pagi tiadahenti nyonya harus menggilir wajahnya dg senyum dan sedih. Dan kata seorang bertanya jika anak dan bersayap emas datang apakah kenangan akan berhenti.. tapi nyonya berkata tidak namun kenangan itu akan mennyakiti hatinya. Kenangan tidak pernah pergi dia akan ekal abadi dan tidak bias musnah. Ketika anak yg sll dirindukan ibunya, dia menunggu kedatangannya, tatapi tidak menyadarianya anak itu, da anak itu justru yg menggoreskan hati ibunya. Ibu yg selalau mengusap pigura bergambar wajah senyumnya. Nyonya hanya bias menerima pintu terbuka untuk menerima kenangan yg selalau numpuk tanpa henti. Dan dipagi hari nyonya tidak bias memilih akan menangis dan bahagia, sedh karena kenangan sepertimenepi, bahagia karena kenangan tlh dihadapannya. Anak itu datang dan menjejakan kakinya dirumah nyonya. Tapi nynya hanya terdiam, dan meratapi pigura pigura yg hanya menempel pada dinding. Anak berkata apa yg akan ibu lakukan, ibu mejawab tidak ada yg dilakukan. Dan kenangan hanya menahan segalalangkah untuk beranjak. Anak bertanya ia meminta untuk diceritakan tentang dimana sang ayah. Ibu berkata kao tidak akn pernah tahu bahwa itu menyimpan rahasia. Kenangan ini hanyalah kenangan yg palig sempurna. Setiap insan akan merasa diancam olehnya.dan cara terbaik memberikan ancaman pada kenangan adalah dg menerima keyakinan dan berlapang dada bahwa kenangan iitu akan pada tempatnya pada seluruh sisa hidupmu..
Langganan:
Komentar (Atom)