Senin, 26 Oktober 2015

WAYANG KAMPUNG SEBELAH

WAYANG KAMPUNG SEBELAH Wayang kampung sebelah diciptakan oeh sekelompok seniman yang berasal dari solo. Seorang dalang bernama Jlieng Suparman. Mereka yang memberikan alternatif hiburan penuh dengan pendidikan dan kriik sosial yang dikemas dengan sajian wayang, penampilan dari boeka boneka yang terbuat dari kulit yang berbentuk sosok-sosok manusia modern dengan mencerminkan tokoh-tokoh nyata didalam kehidupan sehari-hari seperti pak lurah, Rt, penyanyi dangdut, dan pejabat tingkat tinggi. Wayang ini menarik disaksikan dan menjadi digemari oleh masyarakat karena dikemas dg ide pertunjukan wayang yang unik, mengangkat kisah realistis kehidupan masyarakat secara bebas selain itu wayang dibuat lebih menarik dan berbeda dari pertunjukan wayang pada umumnya, wayang ini tidak menggunakan iringan gamelan. Tetapi menggunakan alat musik modern. Selain itu wayang kampung sebelah melakukan pertunjukan dengan gaya yg humoris tetapi tetap mendidik para masyarakat. Cerita ini bercerita mengangkat gelaran pesta demokrasi yg sedang berlangsung di desa. Somad adalah calon lurah pemenang pemungutan suara setelah dirinya dibantu oleh ketua panitia pemungutan merayakan kemenangan. Tetapi calon lurah lain yang merasa dicurangi bersama para pendukungnya merusak panggung pertunjukan itu. Cerita ini kurang lebih 2 jam, tetapi cerita yg digelarinya sangat kocak dan membuat para penontong tertawa. Salah satunya artis inul dara tinggi, khoma ramari mari, syah marni beberapa wayang ini yg bener-bener jadi bahan manjur membuat penoton berhak-hak tertawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar